Sampai saat ini perdebatan mengenai dampak internet tak juga kunjung selesai. Dampak internet bagaikan pedang bermata 2. ada dampak positif namun juga ada dampak negatif. misalnya saja informasi yg terjadi di dunia ini. Dalam hitungan detik saja sudah dapat tersebar keseluruh penjuru dunia. Sehingga dalam waktu singkat kita dapat mengetahui apa saja perkembangan di dunia ini.
Namun informasi yang tersebar di internet tidak semua berdampak positif bagi kita, contohnya bila yg mengakses informasi tersebut adalah anak di bawah umur. Mereka belum mampu menyaring informasi yang mereka lihat. Karena banyaknya pengguna internet, memang banyak juga yg menggunakan internet sebagai sarana negatif seperti mengupload video porno. Hal ini tentu sangat rawan apabila di akses oleh anak dibawah umur. mungkin si anak awal mulanya tahu dari teman-temannya, lalu mencoba untuk membuka dan akhirnya menjadi kebiasaan. Hal ini yang mesti sangat dihindari.
Namun akhirnya semua kembali berpulang kepada filosofi lama bahwa teknologi, sehebat apapun itu, tetap kita lah yang harus menjadi pengendalinya. Mungkin suatu saat nanti seiring dengan makin berkembangnya pola pikir manusia, akan muncul lagi teknologi informasi yang lebih “canggih” dari internet dan kita jangan hanya berperan sebagai “ahli debat” yang baik, yang terus sibuk meributkan efek buruknya akan seperti apa, tapi berperanlah sebagai “pengendali” yang baik, dimana kita harus bisa memanfaatkan teknologi itu seoptimal mungkin.